
kesehatan dapat memberikan pemeriksaan lanjutan dan penanganan yang sesuai. Dengan
demikian, skrining dapat membantu mencegah keterlambatan diagnosis dan mengurangi
kemungkinan penyakit berkembang ke tahap yang lebih berat. WHO juga merekomendasikan
peningkatan cakupan skrining menggunakan pemeriksaan dengan kinerja tinggi, terutama tes
berbasis HPV (WHO, 2026).
Di Indonesia, upaya deteksi dini kanker serviks terus dikembangkan untuk meningkatkan
akses masyarakat terhadap pemeriksaan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun
2026 mengintegrasikan skrining kanker leher rahim ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis
(CKG). Pemeriksaan DNA HPV juga mulai diperluas, termasuk melalui metode self-
sampling atau pengambilan sampel secara mandiri. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan
partisipasi perempuan dalam skrining serta mengurangi keterlambatan dalam menemukan dan
menangani lesi prakanker (Kementerian Kesehatan RI, 2026).
Selain melakukan skrining, pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui vaksinasi
HPV. Vaksinasi bertujuan mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker. Namun,
vaksinasi tidak menggantikan pemeriksaan skrining karena vaksin tidak melindungi terhadap
seluruh jenis HPV berisiko tinggi. Oleh karena itu, vaksinasi dan skrining perlu dilakukan sebagai
bagian dari upaya pencegahan kanker serviks secara menyeluruh (WHO, 2024).
Peningkatan pengetahuan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pencegahan
kanker serviks. Masih adanya rasa takut, malu, kurangnya informasi, atau anggapan bahwa
pemeriksaan hanya diperlukan ketika muncul gejala dapat menjadi hambatan dalam melakukan
skrining. Oleh karena itu, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui
puskesmas, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, media sosial, dan lingkungan masyarakat.
Edukasi yang mudah dipahami diharapkan dapat meningkatkan kesadaran perempuan mengenai
manfaat skrining dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Pada akhirnya, skrining kanker serviks merupakan salah satu langkah penting dalam
menjaga kesehatan perempuan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan perubahan
pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker sehingga penanganan dapat dilakukan lebih
cepat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa skrining bukan hanya dilakukan ketika
muncul gejala, tetapi merupakan bagian dari upaya pencegahan. Dengan menggabungkan
vaksinasi HPV, skrining secara berkala, edukasi kesehatan, dan penanganan yang tepat,
pencegahan kanker serviks dapat dilakukan secara lebih optimal (WHO, 2026).